Hallo!

Klik salah satu tim kami di bawah untuk mengobrol di WhatsApp atau mengirim email kepada kami klik disini

Programmer Customer Service 1
62895623526803
Optimization Customer Service 2
6282377754543
Hubungi kami dari pukul 00:09 sampai pukul 21:00
Hallo gan! Ada yang bisa kami bantu?

Iklan Billboard 970x250

Kedung Kandang, Segarnya Air Mengalir Di Tengah Terik Matahari Persawahan Bendo

Kedung Kandang, Segarnya Air Mengalir Di Tengah Terik Matahari Persawahan Bendo


Gunung Kidul menyimpan banyak sekali potensi wisata yang seakan tidak ada habisnya. Mulai dari pantai-pantai berpasir putih yang eksotis di pesisir selatan, gua dengan bias cahaya surga, susur sungai untuk kamu yang suka tantangan, bahkan hingga mendaki gunung. Ya, di Kabupaten Gunung Kidul, sesuai namanya, memang ada sebuah gunung api purba yang dikenal dengan nama Nglanggeran. Gugusan batu vulkanik yang telah membeku jutaan tahun lamanya itu memukau siapa saja yang memandangnya. Kamu harus mendaki untuk bisa mencapai puncaknya. Akan tetapi artikel kali ini tidak akan membahas gunung yang sudah lama mati tersebut. Namun bergeser sekitar 3 kilometer dari lokasi Gunung Nglanggeran, terdapat air terjun tersembunyi yang mengalir membelah sebuah areal persawahan warga. Yaitu air terjun Kedung Kandang. 

Image result for nglanggeran" Sumber: Gunung api purba Nglanggeran, di dekatnya terdapat air terjun Kedung Kandang. https://www.datawisata.com/gunung-api-purba-nglanggeran

Air terjun Kedung Kandang beralamat di Nglanggeran Kulon, Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Jika kamu berangkat dari Kota Yogyakarta, arahkan saja kendaraanmu menuju Jalan Wonosari. Kamu harus memacu kendaraanmu mengikuti petunjuk arah ke Nglanggeran. Petunjuk jalan yang tersedia cukup memadai untuk memandumu agar tidak tersesat. Jika kamu masih khawatir, kamu juga bisa menggunakan aplikasi peta digital. Dengan syarat, ponselmu bisa menerima sinyal seluler. Kendaraanmu akan terus menanjak hingga kamu sampai di sebuah pertigaan dengan plang arah kiri ke Gunung Api Purba Nglanggeran, sedangkan arah kanan ke Air Terjun Kedung Kandang. Kita tidak sedang menuju Gunung Nglanggeran, bukan? Jadi belok kanan dan ikuti jalan ke Kedung Kandang sampai kamu menjumpai sebuah joglo dengan area parkir yang cukup luas. 

Gugusan bebatuan gunung api purba Nglanggeran di sekitar air terjun Kedung Kandang. Foto dokumentasi pribadi.

Air terjun Kedung Kandang tergolong tempat wisata yang masih sepi. Kamu tidak akan dikenai biaya tiket masuk. Sebagai gantinya, kamu hanya harus membayar biaya parkir kendaraanmu sebesar dua ribu rupiah untuk satu motor, lima ribu rupiah untuk mobil. Parkir dikelola oleh warga setempat yang sangat ramah. Mereka akan menunjukkan dua jalur untuk bisa ke turun ke air terjun. Jalur pertama berada beberapa puluh meter sebelum parkiran. Dari parkiran, kamu kembali lagi ke jalan yang kamu lalui tadi dan belok kiri. Sedangkan jalur kedua melalui pematang sawah, berada tepat di belakang joglo. 

Seorang pengunjung menuruni persawahan. Foto dokumentasi pribadi.

Dua jalur ini sama-sama membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat. Jarak dari parkiran sampai ke bawah air terjun sekitar hampir satu kilometer. Dengan kontur naik turun khas perbukitan serta jalan setapak yang sempit. Sesekali kamu harus meniti pematang sawah yang tidak kalah sempitnya. Dalam perjalanan, kamu akan menemui beberapa gubuk, yaitu bangunan tanpa dinding seperti gazebo yang beratap dedaunan kering. Kamu bisa istirahat sejenak di gubuk-gubuk tersebut. 


Kontur perbukitan ini sebenarnya indah, tapi juga melelahkan. Foto dokumentasi pribadi.

Setengah jam trekking, lelah perjuanganmu akan terganti dengan segarnya air terjun bertingkat. Air tersebut bersumber dari Embung Nglanggeran. Alirannya tidak terlalu deras, mengalir menuruni tebing batu bertingkat dan berakhir di kolam-kolam kecil alami (yang juga dari batu), lalu turun lagi sampai ke bawah menjadi aliran sungai kecil. Kamu bisa bersantai dengan duduk di batu-batu yang tersebar di sungai. Suasananya begitu damai dan asri, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Hamparan terasering persawahan Bendo akan memanjakan matamu. Hamparannya berwarna hijau saat musim tanam, akan berubah menguning ketika musim panen, dibatasi oleh pucuk-pucuk pegunungan Nglanggeran yang (lagi-lagi) berbatu.

Bawah air terjun Kedung Kandang. Foto dokumentasi pribadi.

Jika kamu berencana mengunjungi air terjun Kedung Kandang, ada banyak hal yang harus kamu perhatikan. Pertama, kendaraanmu dalam kondisi yang baik. Kontur Kabupaten Gunung Kidul merupakan perbukitan, jalannya naik-turun di banyak tempat. Selain itu, tidak semua akses ke Kedung Kandang beraspal. Jadi pastikan remmu pakem, mesin terlumasi oli, ban tidak kempes, dan kondisi-kondisi mendasar lainnya. Kamu juga tidak akan menemukan penjual bahan bakar, sehingga tangki bensin harus dalam posisi penuh. 

Tingkatan air terjun Kedung Kandang. Foto dokumentasi pribadi.


Kedua, tidak hanya kendaraan, tubuhmu juga harus dalam kondisi yang prima. Tempat wisata air terjun biasanya berada di lokasi terpencil, entah di tengah hutan atau di tengah sawah, semuanya sulit dijangkau dan membutuhkan usaha ekstra untuk bisa sampai di lokasi. Untuk kembali ke atas pun diperlukan tenaga yang sama besarnya saat menuruni tebing. Karena itu siapkan bekal yang cukup seperti makanan serta air mineral. Air terjun Kedung Kandang belum dikelola secara maksimal, belum ada warung penjaja makanan maupun minuman. Tidak terbayang kesulitan yang akan dihadapi kalau kamu tidak menyiapkan bekal apapun. 

Persawahan Bendo yang terbelah aliran sungai air terjun Kedung Kandang. https://www.instagram.com/p/B8FpPpEnJhf/.

Ketiga, lindungi dirimu dari terik sinar matahari. Kedung Kandang terletak di persawahan warga, artinya tidak terdapat cukup banyak pohon untuk berteduh. Pakailah topi atau tabir surya agar kulitmu tidak terbakar matahari. 

Kolam air terjun Kedung Kandang. Semuanya serba batu. Foto dokumentasi pribadi.

Terakhir, patuhi  dan hormati norma-norma umum maupun norma setempat yang berlaku. Seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak berkata kotor, tidak sopan, atau kasar, tidak merusak persawahan, dan norma-norma dasar lainnya. 
Demikianlah artikel ulasan mengenai air terjun Kedung Kandang. Kalau kamu punya pertanyaan, kritik, atau saran, jangan sungkan untuk menyampaikan di kolom komentar ya. Selamat berlibur.
Baca Juga
SHARE
Salis Nur
Hi, I'm Salis. I have interest on crochetting and postcrossing. I crochet many things, bags, clothes, hats, and many more.
Subscribe to get free updates

Related Posts

1 Comments

Iklan Tengah Post

Total Pageviews