Hallo!

Klik salah satu tim kami di bawah untuk mengobrol di WhatsApp atau mengirim email kepada kami klik disini

Programmer Customer Service 1
62895623526803
Optimization Customer Service 2
6282377754543
Hubungi kami dari pukul 00:09 sampai pukul 21:00
Hallo gan! Ada yang bisa kami bantu?

Iklan Billboard 970x250

Grojogan Watu Purbo, Aliran Sungai Lahar Hujan Gunung Merapi yang Viral karena Media Sosial

Grojogan Watu Purbo, Aliran Sungai Lahar Hujan Gunung Merapi yang Viral karena Media Sosial

Debit%2Baliran%2BSungai%2BKrasak%2Bdi%2Bmusim%2Bkemarau
Grojogan Watu Purbo

Di zaman yang serba teknologi sekarang ini, apapun bisa berubah menjadi terkenal dalam sekejap. Bahkan sesuatu yang tadinya tersembunyi dan hanya diketahui oleh segelintir orang, dapat menjadi viral ke seluruh penjuru dunia. Apalagi dengan adanya jejaring sosial, semakin mudah orang-orang mengakses konten-konten yang disukainya. 
Nah, berbicara mengenai sesuatu yang tadinya tersembunyi, salah satunya adalah Grojogan Watu Purbo. Grojogan Watu Purbo adalah sebuah aliran sungai yang membentuk air terjun bertingkat 6 karena dam buatan manusia di Tempel, Sleman, Yogyakarta. 

Air Terjun Buatan yang Tersembunyi

Rute%2Bbebatua%2Bdi%2Bsekitaran%2BGrojogan%2BWatu%2BPurbo
Jalur ke Grojogan. Sumber.

Grojogan Watu Purbo sebenarnya adalah aliran sungai Krasak yang berhulu di Gunung Merapi. Sabo dam yang bertingkat 6 dengan tinggi sekitar 3 sampai 7 meter sudah ada sejak tahun 1992. Ada pula yang mengatakan bangunan itu ada sejak 1975. Sabo dam tersebut dibangun dengan tujuan untuk membendung aliran lahar dingin dari Gunung Merapi. Saat Gunung Merapi meletus, material yang dikeluarkan berupa pasir dan bebatuan akan menuruni lereng gunung dan menyebabkan banjir lahar dingin. Banjir tersebut mempunyai daya hancur yang bersifat sangat merusak. Nah dengan adanya bangunan sabo dam tersebut, luncuran material vulkanik dapat terhambat sebelum sampai di pemukiman. Selain sabo dam Grojogan Watu Purbo di Sungai Krasak, terdapat 199 sabo dam lainnya yang tersebar di sejumlah sungai di kawasan Gunung Merapi.
Untuk mencapai Grojogan Watu Purbo tidaklah sulit. Melalui Jalan Magelang, sampai di lampu lalu lintas Tempel, belok ke utara. Pengunjung akan menemukan papan nama Desa Merdikorejo dan juga petunjuk arah ke Grojogan Watu Purbo. Sebagian besar jalan yang dilewati untuk sampai ke Grojogan sudah diaspal, sementara dari loket parkir masih berupa jalan tanah berbatu. Destinasi ini juga sudah tercantum di peta digital loh. Jadi untuk kamu yang takut tersesat dan tak tahu arah jalan pulang bisa banget menggunakan map untuk membantumu. 

Dam Bertingkat, Aliran Sungai, Pasir, dan Bebatuan

Tingkatan air terjun Grojogan Watu Purbo. Foto dokumentasi pribadi.
Grojogan Watu Purbo menawarkan pemandangan yang menarik. Aliran air menuruni dam enam tingkat yang cukup lebar sangat memanjakan mata memandang. Di setiap pinggiran tingkatan dam, tersedia tangga yang dapat digunakan untuk turun ke tengah-tengah air terjun unik tersebut. Tapi hati-hati ya, dasar dam cukup licin. Perhatikan juga debit aliran air jika ingin turun. Saat deras, sebaiknya menikmati pemandangan dari atas saja. Di sisi kiri kanan sungai, terdapat tebing diselimuti hijaunya rerimbunan pohon dan juga rerumputan liar. Agak jauh dari dam paling bawah, hamparan pasir tersebar di beberapa titik diselingi kolam aliran air dengan permukaan yang tenang, menandakan kalau dasar sungai lumayan dalam. Batu-batu besar yang berserakan membentuk jeram kecil di beberapa kelokan aliran sungai. Karena objek utama tempat ini adalah dam bertingkat, maka lokasi ini sangat bagus dijadikan foto, baik saat mendung maupun di kala langit cerah.

Viral karena Media Sosial

Viral di media sosial
Warga lokal sudah mengetahui tempat ini sejak lama. Wajar saja, banyak dari mereka yang bekerja di Sungai Krasak sebagai penambang pasir atau batu. Ada juga para pemancing yang mencari ikan di sini. Akan tetapi, Grojogan Watu Purbo baru mulai viral setahun belakangan, saat pengunjung yang rata-rata pesepeda mengabadikan gambar melalui foto dan mengunggahnya di media sosial. Pengikut-pengikut mereka di media sosial yang melihat menjadi penasaran dan ikut mengunjungi air terjun buatan ini.

Sedang Dikembangkan Menjadi Alternatif Wisata Baru di Sleman

Fasilitas yang sedang dibangun. Foto dokumentasi pribadi.

Saat ini warga lokal bersama dengan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) sedang bekerja sama untuk mengembangkan potensi wisata Grojogan Watu Purbo. Mereka membuat fasilitas-fasilitas standar wisata agar para pengunjung merasa nyaman, seperti toilet umum, lapak penjual penganan ringan, jalan setapak, gazebo, rambu peringatan pengunjung, dan lain sebagainya.

Destinasi Wisata yang Murah Meriah

Grojogan Watu Purbo buka setiap hari pukul 6 pagi hingga 6 sore. Di bulan-bulan musim penghujan, debit air menjadi banyak dan aliran sungai akan sangat deras dibanding musim kemarau. Oleh karena itu para pengunjung dihimbau agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Hingga artikel ini diterbitkan, tempat wisata ini masih belum dikenai biaya masuk. Akan tetapi pengunjung diharuskan membayar parkir sebesar lima ribu rupiah untuk kendaraan bermotor, tiga ribu untuk sepeda, sepuluh ribu bagi yang membawa mobil, dan dua puluh ribu untuk bus. Besar kemungkinan saat wisata ini selesai dikembangkan, bukan tidak mungkin pengunjung harus dikenai biaya masuk. Nah selagi masih masih murah, ayo segerakan berkunjung ke Grojogan Watu Purbo ya.
Baca Juga
SHARE
Salis Nur
Hi, I'm Salis. I have interest on crochetting and postcrossing. I crochet many things, bags, clothes, hats, and many more.
Subscribe to get free updates

Related Posts

0 Comments

Iklan Tengah Post

Total Pageviews